Graha Polinema 4th Floor, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang City, East Java, Indonesia

image

Hutan mangrove menjadi salah satu elemen penting ekosistem dunia. Hutan mangrove terletak di pesisir pantai dan berisi tanaman mangrove yang dapat hidup di antara darat dan laut. Keberadaan hutan mangrove memberikan banyak manfaat, tetapi perawatannya harus tepat. Jika kawasan mangrove rusak atau hilang, maka akan berdampak pada lingkungan kita, padahal kawasan mangrove dapat membantu kita dalam menangani perubahan iklim. Lalu, bagaimana cara kita melestarikan hutan mangrove?

  1. 1. Mengumpulkan bibit mangrove
Bibit mangrove, atau biasanya berupa bibit pohon bakau, bisa didapatkan di sekitar kawasan mangrove. Perhatikan kondisi tanah agar tanaman bakau bisa tumbuh dengan subur.
  1. 2. Menanam bibit mangrove
Setelah mendapat bibit dan memastikan kondisi tanah, kita bisa langsung menanam bibit tersebut. Untuk mendapat hasil tanam yang maksimal, kita perlu memperhatikan kesediaan air dan ukuran lahan juga. Selain itu, proses penyemaian juga bisa dilakukan agar proses tanam berhasil. 

Cara menanam bibit mangrove adalah sebagai berikut:
  • - Lubangi botol plastik kemasan air mineral untuk mengatur kadar air
  • - Isi tanah ke dalam botol
  • - Masukkan bibit mangrove ke dalam botol
  • - Sebelum dilakukan penanaman, bibit bakau lebih baik disimpan dulu selama kurang lebih 5 sampai 7 hari.

Dengan membudidayakan dan melestarikan hutan mangrove, keseimbangan lingkungan kita akan terjamin. Hutan bakau dapat mencegah abrasi pantai, mencegah pemanasan global, menyeimbangkan iklim, dan menjadi habitat hewan pesisir seperti ikan dan udang. Dengan segudang manfaat itu, maka sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan mangrove untuk bumi yang lebih sehat.