Bekasi, yang sepertinya sudah tidak asing dengan fenomena banjir yang terjadi pada setiap tahunnya. Banjir yang terjadi karena luapan air sungai pada tahun ini lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 17 kecamatan dan 40 desa di kabupaten Bekasi telah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 – 150 cm.
Nah, banjir yang telah terjadi di Bekasi ini, merupakan banjir jenis torrential rain flood, atau yang disebut juga dengan banjir akibat hujan lokal. Selain itu, jenis fluvial flood, atau banjir akibat luapan sungai juga menjadi kausal atas terjadinya banjir di Bekasi.
Torrential rain flood, merupakan banjir yang disebabkan oleh hujan deras, melimpah, dan terjadi dengan cepat. Sedangkan fluvial flood, merupakan banjir yang terjadi ketika permukaan air sungai, anak sungai, atau aliran air naik. Biasanya, banjir ini juga dikena sebagai banjir sungai.
Selain dua jenis banjir di atas, ada bebrapa jenis banjir lainnya menurut NOAA National Severe Storms Laboratory, yaitu river flood, yaitu banjir yang terjadi ketika permukaan air naik di atas tepian sungai akibat hujan yang berlebihan, di mana hal tersebut menyebabkan banjir di daratan, badai petir yang terus menerus terjadi di daerah yang sama dalam wakt yang lama.
Flash flood, atau banjir bandang, banjir yang disebabkan karena tingginya curah hujan dan secara berlebihan dalam kurun waktu yang singkat, biasanya kurang dari enam jam.
Storm surge, yang mana naiknya permukaan air secara tidak normal yang terjadi di daerah pesisir. Hal ini disebabkan oleh angin badai yang parah, ombak, serta tekanan atmosfer yang rendah.
Lalu, bagaimana cara untuk mencegah dan menaggulangi banjir-banjir tersebut?
Banjir memang musibah yang bisa saja terjadi kapan saja saat musim hujan, dan tidak bisa kita stop atau hindari. Namun, dengan kesadaran diri masing-masing, banjir dapat kita cegah loh! Dengan cara sebagai berikut;
1) Selalu membuang sampah pada tempatnya.
2) Reboisasi tanaman khususnya yang dapat menyerap air.
3) Tidak mem perumahan di tepi sungai.
4) Tidak menebang pohon di hutan secara liar.