Graha Polinema 4th Floor, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang City, East Java, Indonesia

image

Hutan adalah paru-paru dunia, rumah bagi jutaan spesies, dan penjaga keseimbangan iklim. Namun, setiap tahunnya, jutaan hektar hutan raib akibat terjadi deforestasi. Menurut data Coalition of Rainforest Nation (CfRn) menyebutkan pada tahun 2022 saja, 4.1 Juta hektar lahan hutan hujan tropis hilang akibat deforestasi. Dampaknya, sekitar 2,7 Gigaton gas CO2 terlepas ke atmosfer atau setara dengan emisi karbon India selama satu tahun penuh. 
 
Deforestasi sendiri merupakan tindakan penggundulan hutan atau penebangan pohon di hutan dalam sekala besar tanpa disertai kegiatan penanaman kembali. Tanpa penanaman kembali hutan yang mengalami penggundulan tidak dapat dapat sacara perlahan pulih seperti kondisi semula. Akibatnya fungsi hutan sebagai tempat penyimpan karbon, pencegah abrasi dan erosi,  habitat satwa serta penyerapan air ke tanah tidak dapat dilakukan. Sehingga kondisi seperti pemanasan global, tanah bekas hutan yang tidak lagi subur, habitat satwa yang semakin mengecil,  dan bencana alam seperti banjir dan longsor semakin sering terjadi. 
 
Di Indonesia sendiri, deforestasi masih marak terjadi. Semisal, kasus kebakaran hutan yang pernah terjadi pada 2015 lalu, yang melanda hutan-hutan di pulau Kalimantan, Sumatera, dan Papua Nugini. Dimana mengutip dari world bank group, menurut pemerintah Indonesia ada sekitar 2,6 juta hektar lahan hutan tropis dan gambut yang kaya akan karbon hilang akibat kebakaran ini. Selain itu, kebakaran ini juga diperkirakan mengakibatkan kerugian materil senilai 221 triliun rupiah bagi pemerintah indonesia. 
 
Selain dampak materil, deforestasi dapat mengancam habitat hewan-hewan endemik yang ada di kawasan tersebut. Beberapa spesies hewan seperti harimau, gajah, dan orang utan saat ini telah mencapai kondisi ternacam punah akibat habitat mereka yang semakin menyempit. Selain itu, deforestasi juga meningkatkan resiko konflik antara manusia dengan satwa untuk semakin sering terjadi. 
 
Meski begitu, ada beberapa cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi deforestasi. Tindakan seperti ikut dalam kegiatan kampanye menenam pohon, mendukung produk ramah lingkungan, serta mengurangi penggunaan produk kertas dan kayu secara berlebihan adalah beberapa contohnya. Dengan mulai mengadopsi prilaku tersebut, secara perlahan kita dapat kembali memperbaiki kondisi hutan dan menanggulangi efek deforestasi.